Jaringan WAN
Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan yang digunakan untuk membuat interkoneksi antar jaringan local yang secara fisik tidak berdekatan satu sama lain, yang secara fisik bisa dipisahkan dengan kota, propinsi, atau bahkan melintasi batas geography – lintas negara dan benua. Ada beberapa Teknologi Jaringan WAN saat ini yang bisa kita gunakan. Berbeda dengan jaringan LAN, ada perbedaan utama antara keduanya dimana terletak pada jarak yang memisahkan jaringan-2 yang terhubung tersebut. WAN menggunakan media transmisi yang berbeda, maupun hardware dan protocol yang berbeda pula dengan LAN. Data transfer rate dalam komunikasi WAN umumnya jauh lebih rendah dibanding LAN.
Komunikasi Jaringan WAN
Teknologi Jaringan WAN bergantung pada fihak ketiga dalam hal ini perusahaan penyedia layanan Telecommunication yang menyediakan layanan hubungan jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan LAN dimana koneksi antar device (komputer) ditransmisikan dari satu piranti digital / komputer kepada piranti digital lainnya melalui koneksi fisik secara langsung, teknologi jaringan WAN menggunakan kombinasi sinyal analog dan sinyal digital dalam melakukan transmisi data.
Pada diagram jaringan WAN berikut ini menjelaskan masing-2 komponen dan fungsi dalam konsep teknologi Jaringan WAN.
- DTE (Data terminal equipment) adalah suatu piranti disisi link jaringan WAN yang berada pada sisi pelanggan (biasanya gedung / rumah pelanggan) yang mengirim dan menerima data. DTE (biasanya berupa router jaringan atau bisa saja berupa komputer atau multiplexer) adalah merupakan tanda marka antara jaringan WAN dan jaringan LAN. DTE ini merupakan piranti yang akan berkomunikasi dengan piranti DCE disisi ujung lainnya.
- Demarc atau titik demarkasi adalah titik yang merupakan interface jaringan dimana kabel perusahaan telpon terhubung dengan rumah pelanggan.
- Local Loops adalah perpanjangan kabel line telpon dari Demarc menuju kantor pusat Telco yang mana pemeliharaannya difihak Telco, bukan tanggung jawab pelanggan. Kabel ini bisa berupa kabel UTP, fiber optic atau gabungan keduanya dan juga media lainnya.
- DCE (data circuit terminating equipment) adalah suatu piranti (biasanya berupa router disisi ISP) yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN Cloud. DCE ini merupakan piranti yang memasok clocking (denyut sinyal sinkronisasi) kepada piranti DTE. Sebuah modem atau CSU/DSU disisi pelanggan bisa diklasifikasikan sebagai DCE. DTE dan DCE bisa saja beupa piranti yang serupa / router akan tetapi mempunyai peran dan fungsi yang berbeda.
- WAN cloud, merupakan hirarchi Trunk, Switches, dan CO (central office) yang membentuk jaringan telephone lines. Struktur fisik bisa bervariasi, dan jaringan-2 yang berbeda dengan titik koneksi bersama bisa saja saling overlap, makanya direpresentasikan dalam bentuk WAN cloud. Sisi pentingnya adalah bahwa data masuk melalui jaringan telpon, menjelajah sepanjang line telpon, dan tiba pada tepat pada alamat tujuannya.
- PSE (packet switching exchange) adalah suatu Switch pada jaringan carrier packet switched. PSE-2 ini merupakan titik-titik penghubung dengan WAN cloud.
Paket messages menjelajah dari titik ke titik yang berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protocol yang digunakan. Disini tidak lagi dibahas mengenai teknologi jaringan WAN dalam koneksi WAN yang sudah dibahas sebelumnya, yang secara pokok ada tiga macam berikut ini:
- Koneksi Dedicated
- Jaringan Circuit-switched
- Jaringan Packet-switched
Jenis Jaringan WAN dedicated dan switched mempunyai suatu koneksi yang selalu tersedia kepada jaringan, akan tetapi untuk jenis circuit switched perlu melakukan suatu pembentukan koneksi via semacam mekanisme dial-up antar kedua piranti yang mau berkomunikasi. Dalam suatu konfigurasi dial-on-demand routing (DDR) – router secara automatis membuka koneksi jika ada data yang akan ditrasnmisikan (tentunya sesuai dengan access-list rule), dan akan menutup sendiri jika line dalam keadaan idle selama durasi tertentu yang disetel dalam konfigurasinya.
Layanan Jaringan WAN
Ada banyak penerapan teknologi jaringan WAN pada layanan WAN oleh ISP atau jasa layanan koneksi WAN yaitu sebagai berikut:
PSTN
PSTN adalah public switched telephone network, adalah merupakan teknologi tertua dan diapakai secara luas diseluruh dunia dalam komunikasi WAN. PSTN adalah teknologi Jaringan WAN dalam jaringan circuit-switched. Teknologi ini berbasis dial-up atau leased line (always-on) menggunakan line telephone dimana data dari digital (komputer) diubah menjadi data analog oleh modem, dan kemudian data tersebut menjelajah dengan kecepatan terbatas sampai 56 Kbps saja.
Leased lines
Leased line adalah jenis dedicated dari teknologi jaringan WAN menggunakan suatu koneksi langsung yang bersifat permanen antara piranti yang berkomunikasi dan memberikan suatu koneksi konstan dengan kualitas layanan koneksi (QoS). Akan tetapi leased line adalah lebih mahal dibanding dengan sambungan sesuai kebutuhan (dial-on-demand) PSTN.
X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T – adalah suatu teknologi jaringan WAN paket switching melalui jaringan PSTN. X.25 dibangun dengan merujuk pada layer Data Link dan Physical layer pada referensi model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switched, walaupun X.25 bisa juga dibentuk menggunakan jaringan digital. Protocol X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antara DTE dan DCE di setup dan dipelihara dalam Public Data Network (PDN)
- Anda perlu berlangganan layanan X.25 yang bisa menggunakan line dedicated kepada PDN untuk membentuk koneksi WAN.
- X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 Kbps pada line analog.
- X.25 menggunakan frame sebagai ukuran variable paket
- Disediakan deteksi dan koreksi error untuk menjamin keandalan melalui kualitas line analog yang rendah.
Frame relay
Frame relay telah dibahas panjang lebar secara terpisah, artikel yang termasuk juga jaringan frame relay dan juga koneksi frame relay. Frame relay adalah salah satu teknologi jaringan WAN dalam paket switching – suatu komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi.
ISDN
ISDN secara rinci juga dibahas terpisah, lihat jaringan ISDN disini baik untuk jaringan ISDN BRI maupun jaringan ISDN PRI. ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standards pada penggunaan line telephone untuk kedua transmisi analog maupun digital.
ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknologi jaringan WAN dengan koneksi kecepatan tinggi dengan menggunakan paket switched system dari kecepatan 155 Mbps sampai 622 Mbps. Ia dapat mentransmisikan data secara simultan, voice yang digitize, dan sinyal digitize video melalui kedua jaringan LAN dan WAN. Karakteristik ATM meliputi berikut ini:
- Menggunakan cell kecil berukuran tetap (53-byte) yang mana lebih muda diproses dibandingkan X.25 maupun frame relay yang menggunakan cell dengan panjang bervariable
- Transfer rate bisa setinggi sampai 1.2 Gigabits
- Line digital berkualitas tinggi, low noise, yang menghilangkan perlunya adanya error-checking.
- Bisa menggunakan bermacam-macam media baik coaxial, twisted pair, maupun fiber optic.
- Bisa mentransmisikan secara simultan jenis data yang berbeda.
Tidak ada perbedaan yang jelas antara layanan WAN seperti frame relay dan ISDN. Misalkan saja anda bisa menggunakan protocol frame relay melalui line ISDN. Begitu piranti terhubung dengan WAN cloud, protocol internal dapat mengkonvert data traffic kedalam format seperlunya kemudian mengkonvert data itu kembali disisi ujung lainnya.
Hardware WAN
Hardware WAN biasanya tergantung pada layanan WAN yang ingin anda koneksikan. Setiap protocol WAN mempunyai spesifikasi dan kebutuhan yang berbeda untuk hardware dan media transmisinya. Akan tetapi anda mempunyai pilihan dalam hardware yang anda gunakan, dan hardware WAN selalu compatible dengan layanan WAN.
Penyedia layanan WAN biasanya memberikan pilihan kepada anda hardware apa yang akan dipakai untuk jaringan WAN dan local loop sampai titik demarc. Local loop biasanya kabel tembaga, kabel yang sama dengan digunakan untuk layanan telpon.
Kabel tembaga diklasifikasikan berdasarkan bandwidth, pada gilirannya menentukan berapa besar data yang bisa dikirim, dan apakah sinyal analog atau digital. Berikut dijelaskan dua metoda dalam mengklasifikasikan bandwidth melalui kabel tembaga.
POTS (plaint old telephone services)
Layanan POTS mempunyai karakteristik berikut:
- Kabel-kabel yang ada hanya menggunakan satu pasangan twisted
- Sinyal analog digunakan melalui local loops
- Sebuah modem diperlukan untuk digunakan mengkonversi sinyal digital kedalam sinyal analog.
- Batas efektif line sebatas 56 Kbps
T-Carriers
Teknologi jaringan WAN menggunakan teknologi T-Carriers mempunyai karakteristik berikut ini:
- Menggunakan dua pasang twisted kabel tembaga
- Menggunakan sinyal digital
- Beberapa channel 64 Kbps beroperasi pada kabel yang sama.
T-cariers line diklasifikasikan oleh beberapa channel pendukung yaitu:
- T1 (24 channels)
- E1 (31 channel)
Catatan bahwa channel 64 Kbps terkadang disebut sebagai DS-0. Line yang menggunakan 24 channel (T-1) juga biasa direferensikan kepada line DS-1. Line T-Carriers dapat dibagi menurut jenis data (yaitu: data, digitized voice, digitized video).
Disamping media transmisi, anda memerlukan hardware untuk menghubungkan ke WAN dan juga format signal yang tepat untuk jenis koneksi yang anda gunakan. Kita tahu bahwa modem mengkonversikan sinyal analog ke digital dan sebaliknya. Kita menggunakan satu atau kedua hardware berikut ini dalam semua jaringan digital:
Multiplexer
Sebuah multiplexer adalah hardware yang menggabungkan signal dari dua atau lebih piranti kedalam media segmen yang sama. Pada sisi penerima, multiplexer memisahkan sinyal-2 gabungan ini.
- Sebuah multiplexer Statistical menggunakan channel2 virtual berbeda pada medium fisik yang sama untuk mengirim beberapa sinyal2 yang berbeda sekaligus, yaitu sinyal2 menjelajah bersamaan melalui medium yang sama
- Multiplexer time-division mengirim data paket dari sinyal2 yang berbeda pada interval waktu yang berbeda ketimbang harus mengirim paket dengan membagi medium fisik kedalam chanel2, data dikirim pada slot waktu yang berbeda.
CSU/DSU
Sebuah Channel service unit / Data service unit (CSU/DSU) menghubungkan sebuah jaringan dengan line kecepatan tinggi seperti T1. Piranti ini melakukan format aliran data digital kedalam format frame yang tepat dan juga line code untuk line digital. Ia juga memberikan fungsi timing. Beberapa CSU/DSU juga berfungsi sebagai multiplexer juga atau dibangun integral kedalam router.
- CSU menerima dan mengirim sinyal kepada line WAN, melakukan echo feedback sinyal selama test telpon dan meredam interferensi electrical
- DSU mirip sebuah modem antara DTE dan CSU. Ia mengkonversikan frames dari format yang digunakan didalam LAN kedalam format yang digunakan pada line T1, dan juga sebaliknya. Ia juga memanage line, error timing, dan regenerasi sinyal.
Kita juga bisa menggunakan berbagai macam interface protocol untuk konektivitas WAN, seperti synchronous serial protocols atau asynchronous protocols.
Synchronous serial protocol menggunakan clock sinyal stabil antara DCE dan DTE kepada waktu transmisi data. Komunikasi synchronous mengirim data frame yang besar sejalan dengan waktu clock dan baud-rate. Ia menggunakan bandwidth secara effisien.
Protocol signal synchronous meliputi:
- V.35
- RS-232 (EIA/TIA)
- X.21
- RS-449
- RS-530
Setiap jenis piranti serial menggunakan konekstor khusus meliputi:
- DB60
- DB25
- DB15
- DB9
Catatan bahwa nomor yang mengikuti tersebut menunjukkan jumlah pin, DB25 menunjukkan jumlah pin 25 dsb.
Protocol asynchronous
Protocol asynchronous menambahkan start-bit dan stop-bit pada setiap paket yang dikirim ketimbang memaksa kedua piranti pengirim dan penerima untuk menggunakan clock yang sama. Sinyal protocol asynchronous adalah paling banyak dipakai antara dua modem. Akan tetapi dia juga menambahkan overhead karena penambahan extra bit yang pada gilirannya memperlambat baud rate. Protocol sinyal asynchronous meliputi:
- V.90
- V.42
- V.35
- V.34
- V.32, V.32bits, V.32turbo
- V.22
Sinyal asynchronous menggunakan line telpon standard dan jacks. Koneksi meliputi:
- RJ-11 (2 kabel)
- RJ-45 (4 kabel)
- RJ-48
Interface bisa dirujuk kepada port fisik pada router yang menghubungkan LAN dan WAN.
Methoda encapsulation jaringan WAN
Protocol layer fisik WAN menspesifikasikan metoda hardware dan bit sinyal. Protocol layer Data link mengendalikan beberapa atau semua fungsi2 berikut:
- Error checking dan koreksi
- Pembentukan link
- Komposisi frame-field
- Point-to-point flow control
Protocol2 layer Data link juga menjelaskan metoda encapsulation atau format frame. Metoda encapsulation WAN umumnya adalah HDLC (high level data link control). Tergantung pada layanan WAN dan metoda koneksi, beberapa metoda encapsulation meliputi:
- Cisco HDLC untuk synchronous, koneksi point-to-point dengan router Cisco
- LAPB untuk jaringan2 X.25
- LAPD dalam kombinasi dengan protocol lain untuk channel B dalam jaringan ISDN
- PPP untuk akses LAN dial-up, jaringan WAN circuit-switched dan jaringan ISDN
- Cisco/IETF untuk jaringan frame relay
Diagram diatas menjelaskan metoda encapsulation berbagai teknologi jaringan WAN.
Dari modul2 CCNA
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 155
10.3Router
Router beroperasi pada lapisan Network dan akan mengangkut paket dari jaringan ke jaringan. Bila sebuah Host mengirim paket ke Host yang tidak berada pada jaringan lokal, maka router akan memutuskan bagaimana cara yang paling baik untuk menyampaikan paket tersebut ke host tujuan. Router biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan yang mempunyai alamat rangkaian berbeda.
Host A
Aplikasi
Presentasi
Session
Transport
Network
Data Link
Phisik
Phisik
Host A
Aplikasi
Presentasi
Session
Transport
Session
Transport
Network
Data Link
Phisik
Data Link
Router
Network
10.4Gateway
Gateway digunakan untuk menyambungkan dua jaringan yang menggunakan arsitektur
rangkaian yang berbeda. Gateway juga selalu digunakan untuk menyambung dua aplikasi
rangkaian yang menggunakan protokol yang tidak sama. Gateway beroperasi pada lapisan 1 dan
ke atas (sampai lapisan 7) pada OSI, dan biasanya berada pada lapisan 3 sampai dengan 7 dan
banyak juga gateway yang digunakan hanya beroperasi pada lapisan 7.
rangkaian yang berbeda. Gateway juga selalu digunakan untuk menyambung dua aplikasi
rangkaian yang menggunakan protokol yang tidak sama. Gateway beroperasi pada lapisan 1 dan
ke atas (sampai lapisan 7) pada OSI, dan biasanya berada pada lapisan 3 sampai dengan 7 dan
banyak juga gateway yang digunakan hanya beroperasi pada lapisan 7.
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 156
BAB XI
Network Management
Network Manajemen merupakan pengatur jaringan yang bertugas dalam :
•network monitoring, yaitu mengawasi unjuk kerja jaringan, apakah jaringan dapat
digunakan secara optimal, apakah terjadi kesalahan data yang tinggi pada segmen
tertentu.
•network control, yaitu mengontrol komponen-komponen jaringan.
•network troubleshooting, yaitu mencari sebab-sebab jaringan tidak berfungsi dengan baik
• network statistical reporting, yaitu untuk menentukan bagian mana yang telah bekerja
•network troubleshooting, yaitu mencari sebab-sebab jaringan tidak berfungsi dengan baik
• network statistical reporting, yaitu untuk menentukan bagian mana yang telah bekerja
secara maksimal (fully utilized) dan berapa banyak komponen-1komponen rangkaian
yang digunakan.
Kriteria yang digunakan untuk menentukan penampilan jaringan debagi atas :
a. Availability:
Availability yaitu waktu bekerja dengan baik dari seluruh waktu kerja jaringan. Waktu kerja yang bauk disebut denganuptime dan waktu kerja tidak baik desebut downtime. Jika uptime adalah 99 jam dan downtime adalah 1 jam, maka availability adalah 99%.
Rumus availability:
uptime
Availability (%)= ------------------------ - - - - - - -
(uptime+downtime) x 100%
1
MTBF
=---------------------- x 100%
(MTBF+MTTR)
MTBF - Mean Time Between Failures, yaitu rata-rata waktu tidak gagal jaringan bekerja
(uptime).
MTTR - Mean Time To Repair, yaitu rata-rata waktu yang digunakan untuk membuat diagnosa
dan memperbaiki kerusakkan jaringan (downtime).
b. Reliability:
Reliability, yaitu waktu jaringan yang bekerja dalam menghantar data tidak terjadi kesa1lahan (error).Rumus yang digunakan yaitu BERT (Bit Error Rate Test) dan BLERT (Block Error Rate Test).
Rumus reliability:
jumlah bit salah
BERT= -----------------------------------------
jumlah keseluruhan bit yang diterima
jumlah blok yang ada salah
BLERT= --------------------------------------------
jumlah keseluruhan blok yang diterima
Contoh jika 1000 bit yang dihantar dan terdapat dua bit yang rusak maka penampilan
reliabilit11y (diukur menggunakan BERT) adalah 0.2%.
Ukuran menggunakan BLERT lebih cocok digunakan pada protokol perpaduan data, kerana jika ada bit yang rusak pada satu blok keseluruhan blok, maka perlu dilakuan penghantaran kembali (walaupun satu bit data saja yang rusak dari blok tersebut).
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 157
c. Response Time
Mengukur waktu yang dibutuhkan dari data mulai bergerak dari komputer penghantar, proses yang dilakukan di host dan waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan data kepada penghantar.
Rumus Response Time:
Response Time = waktu pergerakkan dari terminal ke host ditambah waktu proses yang terjadi
di host ditambah ditambah waktu pengembalian kepada terminal.
Response Time sangat dibutuhkan dalam jaringan komputer pada sektor pembankan.
d. Throughput
Digunakan untuk mengukur jumlah total data yang dihantar untuk waktu tertentu dengan
mengambil perkiraan penghantaran kembali. Ukuran yang digunakan dalam aturan ANSI yaitu
TRIB (Transfer Rate of Information Bits).
Rumus Throughput:
Jumlah bit yang dihantar
TRIB= -----------------------------------------------------------------------------
waktu keseluruhan untuk kesemua bit sampai dengan tiada kerusakan.
Contoh jika jumlah data yang dihantar adalah 9600 bit dalam waktu satu saat maka kecepatannya adalah 9600 bps tetapi oleh karena ada kerusakan maka perlu dilakukan penghantaran kembali menyebabkan waktu seluruhnya adalah 1.5 masa maka TRIB adalah:
TRIB = 9600/1.5 = 6400 bps
TRIB sangat cocok digunakan untuk mengukur kemampuan jalannya komunikasi.
Dalam mengatur Network Manajemen terdapat 3 (tiga) cara pendekatan utama yaitu :
a. Non-automated, yaitu pendekatan yang tidak menggunakan alat pengaturan jaringan
(network manajemen) yang automatik. Pengguna perlu menerima jika ada kegagalan pada rangkaian. Bila ada kerusakan diterima, pengatur jaringan akan menggunakan alat khusus untuk memeriksa kegagalan yang diterima. Dalam metoda ini juga pihak pengatur rangkaian perlu mempunyai kemahiran yang tinggi untuk melakukan diagnosa terhadap kegagalan rangkaian. Menyelesaikan masalah ini akan bertambah rumit bila rangkaian besar (di mana harus dicek dari awal). Biaya pengurusan rangkaian menggunakan pendekatan ini agak minimal kerana tidak perlu membeli alat canggih yang dapat terus mengecek bila terjadi kegagalam pada jaringan.
b. Semi-automated, yaitu pendekatan yang hanya menggunakan alat pengawas semi automatik
jaringan pada komponen-komponen tertentu saja.
Contohnya komputer host dapat mengeluarkan pesan bila menerima banyak bit-bit yang rusak. Dalam pendekatan ini, pengatur jaringan masih perlu membuat diagnosa apakah atau di mana masalah sebenarnya terjadi. Justru, pendekatan ini masih memerlukan pengatur jaringan yang ahli dalam aspek teknikalnya.
c. Integrated, yaitu pendekatan yang akan menghubungkan semua komponen-komponen
jaringan melalui satu bentuk pengatur jaringan yang akan mengawasi kerja keseluruhan
jaringan. Cara ini menggunakan protokol pengatur jaringan yang digunakan juga oleh semua
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 158
komponen-komponen jaringan. Cara ini akan menghantar agennya (test messages) kepada komponen-komponen jaringan untuk mengetahui statusnya dalam jumlah waktu tertentu. Jumlah pegawai pengatur rangkaian tidak perlu banyak-banyak hanya seorang atau dua orang saja sudah mencukupi. Sebahagian dari sistem pengatur rangkaian bersatu menggunakan teknologi sistem pakar yang dapat membuat diagnosa masalah dan selanjutnya mengenal secara pasti masalah sebenarnya yang terjadi pada jaringan. Pendekatan ini mengkehendaki semua komponen dalam jaringan harus menggunakan protokol pengatur rangkaian yang sama yaitu seperti SNMP (TCP/IP), CMIP (OSI) dll. Antara produk pengatur rangkaian adalah NetView oleh IBM dan SunNet Manager oleh Sun Microsystems.
Metoda Diagnosa yang dipakai dalam pengaturan rangkaian sangat popular adalah
loopback testingatau echo testing. Metoda ini biasanya akan menghantar signal kepada
komponen jaringan dan menunggu signal yang sama dikembalikan. Jika signal yang sama tidak dikembalikan dengan banyak kerusakan maka pengatur jaringan akan mengetahui masalahnya.Metoda ini juga dapat menguji komponen jaringan tertentu contohnya satu terminal dungu (melalui port RS-232) disambung dengan loopback plug dan signal yang dihantar akan dipaparkan pada layar, jika tampilan tidak sebagaimana mestinya maka menunjukkan ada masalah pada komponen tersebut.
Jenis-jenis peralatan pengujian jaringan Komunikasi Data terdiri atas :
a. Breakout Box, suatu alat sederhana yang bertujuan untuk dapat meperhatikan terhadap
pengerakkan signal pengontrol pada jalur media komunikasi data. Contohnya untuk memperhatikan pergerakan signal pengontrol pada jalur RS-232. Alat ini mempunyai lampu kecil untuk setiap jalur dan setiap kali satu pin pengontrol menghantar signal, lampu tersebut akan menyala, maka pengatur jaringan akan dapat mengetahui status penghantaran signal pada setiap komponen.
b. Datascope atau Protocol Analyzer
Datascopeatau protocol analyzer lebih baik dari breakout box. Alat ini dapat mengatur
jaringan melihat terhadap data yang dihantar, melihat rangkaian data dan karakter-karakter pengintrol yang terkait. Kebanyakkan datascope dapat melakukan pengujian BERT dan BLERT. Datascope pada LAN disebut juga dengansniffer.
c. Peralatan Penguji Analog
Peralatan ini dapat menguji jalur analog. Antara karakter yang dapat dilakukan apakah
bandwidth kabel sesuai dengan sebagaimana yang dikehendaki, kadar noise dan kadar
distortion.
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 155
10.3Router
Router beroperasi pada lapisan Network dan akan mengangkut paket dari jaringan ke jaringan. Bila sebuah Host mengirim paket ke Host yang tidak berada pada jaringan lokal, maka router akan memutuskan bagaimana cara yang paling baik untuk menyampaikan paket tersebut ke host tujuan. Router biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan yang mempunyai alamat rangkaian berbeda.
Host A
Aplikasi
Presentasi
Session
Transport
Network
Data Link
Phisik
Phisik
Host A
Aplikasi
Presentasi
Session
Transport
Session
Transport
Network
Data Link
Phisik
Data Link
Router
Network
10.4Gateway
Gateway digunakan untuk menyambungkan dua jaringan yang menggunakan arsitektur
rangkaian yang berbeda. Gateway juga selalu digunakan untuk menyambung dua aplikasi
rangkaian yang menggunakan protokol yang tidak sama. Gateway beroperasi pada lapisan 1 dan
ke atas (sampai lapisan 7) pada OSI, dan biasanya berada pada lapisan 3 sampai dengan 7 dan
banyak juga gateway yang digunakan hanya beroperasi pada lapisan 7.
rangkaian yang berbeda. Gateway juga selalu digunakan untuk menyambung dua aplikasi
rangkaian yang menggunakan protokol yang tidak sama. Gateway beroperasi pada lapisan 1 dan
ke atas (sampai lapisan 7) pada OSI, dan biasanya berada pada lapisan 3 sampai dengan 7 dan
banyak juga gateway yang digunakan hanya beroperasi pada lapisan 7.
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 156
BAB XI
Network Management
Network Manajemen merupakan pengatur jaringan yang bertugas dalam :
•network monitoring, yaitu mengawasi unjuk kerja jaringan, apakah jaringan dapat
digunakan secara optimal, apakah terjadi kesalahan data yang tinggi pada segmen
tertentu.
•network control, yaitu mengontrol komponen-komponen jaringan.
•network troubleshooting, yaitu mencari sebab-sebab jaringan tidak berfungsi dengan baik
• network statistical reporting, yaitu untuk menentukan bagian mana yang telah bekerja
•network troubleshooting, yaitu mencari sebab-sebab jaringan tidak berfungsi dengan baik
• network statistical reporting, yaitu untuk menentukan bagian mana yang telah bekerja
secara maksimal (fully utilized) dan berapa banyak komponen-1komponen rangkaian
yang digunakan.
Kriteria yang digunakan untuk menentukan penampilan jaringan debagi atas :
a. Availability:
Availability yaitu waktu bekerja dengan baik dari seluruh waktu kerja jaringan. Waktu kerja yang bauk disebut denganuptime dan waktu kerja tidak baik desebut downtime. Jika uptime adalah 99 jam dan downtime adalah 1 jam, maka availability adalah 99%.
Rumus availability:
uptime
Availability (%)= ------------------------ - - - - - - -
(uptime+downtime) x 100%
1
MTBF
=---------------------- x 100%
(MTBF+MTTR)
MTBF - Mean Time Between Failures, yaitu rata-rata waktu tidak gagal jaringan bekerja
(uptime).
MTTR - Mean Time To Repair, yaitu rata-rata waktu yang digunakan untuk membuat diagnosa
dan memperbaiki kerusakkan jaringan (downtime).
b. Reliability:
Reliability, yaitu waktu jaringan yang bekerja dalam menghantar data tidak terjadi kesa1lahan (error).Rumus yang digunakan yaitu BERT (Bit Error Rate Test) dan BLERT (Block Error Rate Test).
Rumus reliability:
jumlah bit salah
BERT= -----------------------------------------
jumlah keseluruhan bit yang diterima
jumlah blok yang ada salah
BLERT= --------------------------------------------
jumlah keseluruhan blok yang diterima
Contoh jika 1000 bit yang dihantar dan terdapat dua bit yang rusak maka penampilan
reliabilit11y (diukur menggunakan BERT) adalah 0.2%.
Ukuran menggunakan BLERT lebih cocok digunakan pada protokol perpaduan data, kerana jika ada bit yang rusak pada satu blok keseluruhan blok, maka perlu dilakuan penghantaran kembali (walaupun satu bit data saja yang rusak dari blok tersebut).
Diktat Kuliah
Komunikasi data Jaringan Komputer
Disusun oleh : Jufriadif Na`am
Halaman 157
c. Response Time
Mengukur waktu yang dibutuhkan dari data mulai bergerak dari komputer penghantar, proses yang dilakukan di host dan waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan data kepada penghantar.
Rumus Response Time:
Response Time = waktu pergerakkan dari terminal ke host ditambah waktu proses yang terjadi
di host ditambah ditambah waktu pengembalian kepada terminal.
Response Time sangat dibutuhkan dalam jaringan komputer pada sektor pembankan.
d. Throughput
Digunakan untuk mengukur jumlah total data yang dihantar untuk waktu tertentu dengan
mengambil perkiraan penghantaran kembali. Ukuran yang digunakan dalam aturan ANSI yaitu
TRIB (Transfer Rate of Information Bits).
Rumus Throughput:
Jumlah bit yang dihantar
TRIB= -----------------------------------------------------------------------------
waktu keseluruhan untuk kesemua bit sampai dengan tiada kerusakan.
Contoh jika jumlah data yang dihantar adalah 9600 bit dalam waktu satu saat maka kecepatannya adalah 9600 bps tetapi oleh karena ada kerusakan maka perlu dilakukan penghantaran kembali menyebabkan waktu seluruhnya adalah 1.5 masa maka TRIB adalah:
TRIB = 9600/1.5 = 6400 bps
TRIB sangat cocok digunakan untuk mengukur kemampuan jalannya komunikasi.
Dalam mengatur Network Manajemen terdapat 3 (tiga) cara pendekatan utama yaitu :
a. Non-automated, yaitu pendekatan yang tidak menggunakan alat pengaturan jaringan
(network manajemen) yang automatik. Pengguna perlu menerima jika ada kegagalan pada rangkaian. Bila ada kerusakan diterima, pengatur jaringan akan menggunakan alat khusus untuk memeriksa kegagalan yang diterima. Dalam metoda ini juga pihak pengatur rangkaian perlu mempunyai kemahiran yang tinggi untuk melakukan diagnosa terhadap kegagalan rangkaian. Menyelesaikan masalah ini akan bertambah rumit bila rangkaian besar (di mana harus dicek dari awal). Biaya pengurusan rangkaian menggunakan pendekatan ini agak minimal kerana tidak perlu membeli alat canggih yang dapat terus mengecek bila terjadi kegagalam pada jaringan.
b. Semi-automated, yaitu pendekatan yang hanya menggunakan alat pengawas semi automatik
jaringan pada komponen-komponen tertentu saja.
Contohnya komputer host dapat mengeluarkan pesan bila menerima banyak bit-bit yang rusak. Dalam pendekatan ini, pengatur jaringan masih perlu membuat diagnosa apakah atau di mana masalah sebenarnya terjadi. Justru, pendekatan ini masih memerlukan pengatur jaringan yang ahli dalam aspek teknikalnya.
c. Integrated, yaitu pendekatan yang akan menghubungkan semua komponen-komponen
jaringan melalui satu bentuk pengatur jaringan yang akan mengawasi kerja keseluruhan
jaringan. Cara ini menggunakan protokol pengatur jaringan yang digunakan juga oleh semua
komponen-komponen jaringan. Cara ini akan menghantar agennya (test messages) kepada komponen-komponen jaringan untuk mengetahui statusnya dalam jumlah waktu tertentu. Jumlah pegawai pengatur rangkaian tidak perlu banyak-banyak hanya seorang atau dua orang saja sudah mencukupi. Sebahagian dari sistem pengatur rangkaian bersatu menggunakan teknologi sistem pakar yang dapat membuat diagnosa masalah dan selanjutnya mengenal secara pasti masalah sebenarnya yang terjadi pada jaringan. Pendekatan ini mengkehendaki semua komponen dalam jaringan harus menggunakan protokol pengatur rangkaian yang sama yaitu seperti SNMP (TCP/IP), CMIP (OSI) dll. Antara produk pengatur rangkaian adalah NetView oleh IBM dan SunNet Manager oleh Sun Microsystems.
Metoda Diagnosa yang dipakai dalam pengaturan rangkaian sangat popular adalah
loopback testingatau echo testing. Metoda ini biasanya akan menghantar signal kepada
komponen jaringan dan menunggu signal yang sama dikembalikan. Jika signal yang sama tidak dikembalikan dengan banyak kerusakan maka pengatur jaringan akan mengetahui masalahnya.Metoda ini juga dapat menguji komponen jaringan tertentu contohnya satu terminal dungu (melalui port RS-232) disambung dengan loopback plug dan signal yang dihantar akan dipaparkan pada layar, jika tampilan tidak sebagaimana mestinya maka menunjukkan ada masalah pada komponen tersebut.
Jenis-jenis peralatan pengujian jaringan Komunikasi Data terdiri atas :
a. Breakout Box, suatu alat sederhana yang bertujuan untuk dapat meperhatikan terhadap
pengerakkan signal pengontrol pada jalur media komunikasi data. Contohnya untuk memperhatikan pergerakan signal pengontrol pada jalur RS-232. Alat ini mempunyai lampu kecil untuk setiap jalur dan setiap kali satu pin pengontrol menghantar signal, lampu tersebut akan menyala, maka pengatur jaringan akan dapat mengetahui status penghantaran signal pada setiap komponen.
b. Datascope atau Protocol Analyzer
Datascopeatau protocol analyzer lebih baik dari breakout box. Alat ini dapat mengatur
jaringan melihat terhadap data yang dihantar, melihat rangkaian data dan karakter-karakter pengintrol yang terkait. Kebanyakkan datascope dapat melakukan pengujian BERT dan BLERT. Datascope pada LAN disebut juga dengansniffer.
c. Peralatan Penguji Analog
Peralatan ini dapat menguji jalur analog. Antara karakter yang dapat dilakukan apakah
bandwidth kabel sesuai dengan sebagaimana yang dikehendaki, kadar noise dan kadar
distortion.
Materi TKJ
Routing Information Protocol (RIP)Routed protocol digunakan untuk user traffic secara langsung. Routed
protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.
RIP merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Hal ini dikarenakan RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. Tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan memerlukan fitur router routing protokol. Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut:
• Routing protokol distance vector,
• Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur,
• Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang,
• Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.
1. RIP Versi 1
* Dokumen –> RFC1058.
* RIP V1 routing vektor-jarak yang dimodifikasi dengan triggered update dan split horizon dengan poisonous reverse untuk meningkatkan kinerjanya.
* RIP V1 diperlukan supaya host dan router dapat bertukar informasi untuk menghitung rute dalam jaringan TCP/IP.
* Informasi yang dipertukarkan RIP berupa :
a. Host
b. Network
c. Subnet
d. Rutedefault
2. RIP Versi 2
* Enhancement dari RIP versi1 ditambah dengan beberapa kemampuan baru,
* Algoritma routing sama dengan RIP versi1,
* Bedanya terletak pada format dengan tambahan informasi yang dikirim,
* Kemampuan baru :
a. Tag –> untuk rute eksternal.
b. Subnet mask.
c. Alamat hop berikutnya.
d. Autentikasi.
MACAM-MACAM PORT
• Port 80, Web Server
Port ini biasanya digunakan untuk web server, jadi ketika user mengetikan alamat IP atau hostname di web broeser maka web browser akan melihat IP tsb pada port 80,
• Port 81, Web Server Alternatif
ketika port 80 diblok maka port 81 akan digunakan sebagai port altenatif hosting website
• Port 21, FTP Server
Ketika seseorang mengakses FTP server, maka ftp client secara default akan melakukan koneksi melalui port 21 dengan ftp server
• Port 22, SSH Secure Shell Port ini digunakan untuk port SSH
• Port 23, Telnet Jika anda menjalankan server telnet maka port ini digunakan client telnet untuk hubungan dengan server telnet
• Port 25, SMTP(Simple Mail Transport Protokol Ketika seseorang mengirim email ke server SMTP anda, maka port yg digunakan adalah port 25
• Port 2525 SMTP Alternate Server
Port 2525 adalah port alternatifi aktif dari TZO untuk menservice forwarding email. Port ini bukan standard port, namun dapat diguunakan apabila port smtp terkena blok.
• Port 110, POP Server
Jika anda menggunakan Mail server, user jika log ke dalam mesin tersebut via POP3 (Post Office Protokol) atau IMAP4 (Internet Message Access Protocol) untuk menerima emailnya, POP3 merupakan protokol untuk mengakses mail box
• Port 119, News (NNTP) Server
• Port 3389, Remote Desktop
Port ini adalah untuk remote desktop di WinXP
• Port 389, LDAP Server
LDAP Directory Access Protocol menjadi populer untuk mengakses Direktori, atau Nama, Telepon, Alamat direktori. Contoh untuk LDAP: / / LDAP.Bigfoot.Com adalaha LDAP directory server.
• Port 143, IMAP4 Server
IMAP4 atau Pesan Akses Internet Protocol semakin populer dan digunakan untuk mengambil Internet Mail dari server jauh.Disk lebih intensif, karena semua pesan yang disimpan di server, namun memungkinkan untuk mudah online, offline dan diputuskan digunakan.
• Port 443, Secure Sockets Layer (SSL) Server
Ketika Anda menjalankan server yang aman, SSL Klien ingin melakukan koneksi ke server Anda Aman akan menyambung pada port
• 443. This port needs to be open to run your own Secure Transaction server.
Port 445, SMB over IP, File Sharing
Kelemahan windows yg membuka port ini. biasanya port ini digunakan sebagai port file sharing termasuk printer sharing, port inin mudah dimasukin virus atau worm dan sebangsanya
• Ports 1503 and 1720 Microsoft NetMeeting and VOIP
MS NetMeeting dan VOIP memungkinkan Anda untuk meng-host Internet panggilan video atau lainnya dengan.
• Port 5631, PCAnywhere
• Port 5900, Virtual Network Computing (VNC)
Bila Anda menjalankan VNC server remote kontrol ke PC Anda, menggunakan port 5900. VNC berguna jika anda ingin mengontrol remote server.
• Port 111, Portmap
• Port 3306, Mysql
• Port 981/TCP
HTTP (HyperText Transfer Protokol)
HTTP atau HyperText Transfer Protokol merupakan protokol yang digunakan oleh www untuk mendefinisikan bagaimana suatu pesan dapat diformat dan dikirimkan dari server ke client (dalam transfer dokumen).
sebuah client http seperti web browser biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu (umumnya port 80). Server HTTP yang mendengar di port itu akan menunggu untuk menerima kode request tersebut. dan server akan memberikan jawanban dalam bentuk OK, Error, atau pesan yang lainnya.
Selain itu HTTP juga mengatur aksi-aksi apa yang harus dilakukan web server atau web browser sebagai jawaban atas perintah-perintah di HTTP.
Sebagai contoh, ketika mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser, maka sebenarnya web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser (misalnya akses ke database, file, e-mail dan lain sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada pengguna.
HTTP dipergunakan pertama kali oleh WWW tahu 1990 yaitu HTTP versi 0.9 yang mengirimkan data dalam bentuk mentah tanpa memandang tipe dari file tersebut. dan tahun 1996 HTTP menjadi versi 1.0 yang mengakomodasi tipe dokumen yang hendak dikirim serta enconding yang digunakan. Dan Tahun 1999, menjadi HTTP versi 1.1 yang juga mengakomodasi proxy, chace, dan koneksi dan persisten.
Modul 3
Konfigurasi Router
Langkah inisialisasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi router tidaklah terlalu sulit. Cisco IOS menyediakan banyak tool yang dapat digunakan untuk ditambahkan dalam file konfigurasi. Diharapkan setelah melewati modul ini, Anda akan mampu:- Memberi nama ke router
- Setting password
- Memahami perintah show
- Mengkonfigurasi interface serial
- Mengkonfigurasi interface Ethernet
- Menjalankan perubahan router
- Menyimpan perubahan konfigurasi
- Mengkonfigurasi deskripsi interface
- Mengkonfigurasi message-of-the-day banner
- Mengkonfigurasi table host
- Memahami betapa pentingnya backup dan dokumentasi file konfigurasi
1. Konfigurasi router
CLI command modeSemua konfigurasi CLI akan merubah router ke global configuration atau global config. Global config adalah mode konfigurasi paling utama. Global config digunakan dalam router untuk menjalankan perintah-perintah konfigurasi.
Prompt yang ditunjukkan pada mode global config:
Router#configure terminal
Router(config)#
Di bawah ini adalah beberapa mode yang dapat masuk ke mode global
config:
- interface mode
- Line mode
- Router mode
- Subinterface mode
- Controller mode
Ketik exit dari salah satu mode di atas akan kembali ke mode global config. Penekanan Ctrl-Z akan kembali ke privileged EXEC mode.
MEMBANGUN HOTSPOT DENGAN MIKROTIK OS
Tutorial kali ini ingin membahas bagaimana mudahnya membangun router+hotspot authentikasimenggunakan Mikrotik OS.
Installasi Mikrotik OS
Setting BIOS§
Setting urutan boot computer pada BIOS agar computer boot pertama kali ke cdrom.
Masukan CD Mikrotik ke cdrom, setelah itu lakukan booting melalui CDROM,§
Setelah proses booting selesai, muncul pilihan paket-paket yang mau di install, pilihlah paket sesuai§
kebutuhan.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Setelah memilih paket yg akan di install, tekan tombol “ i ” pada keyboard. Setelah itu tekan tombol “ y§
”. lalu tekan tombol y lagi untuk melanjutkan installasi. Catatan: Karena MikroTikOS akan membuat
partisi secara otomatis, maka data dalam hardisk semuanya akan hilang.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Proses installasi mikrotik§
Proses installasi selesai. Tekan enter untuk reboot computer.§
Jika proses installasi berhasil, maka akan muncul tampilan Login Mikrotik. Untuk login masukan username§
admin dan passwordnya di biarkan kosong.
Konfigurasi Network
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Mengganti nama interface sesuai keadaan, ini dilakukan untuk mempermudah konfigurasi dan§
management.
Seting IP address pada setiap interface. Setelah itu seting default gateway.§
§ Setting Primary dan secondary DNS
Konfigurasi Via Winbox d computer client
§ Download winbox.exe dari http://192.168.0.1/winbox/winbox.exe , 192.168.0.1 adalah IP Interface
Hotspot.
§ Setelah di download, jalankan winbox tersebut. Sekarang kita coba koneksi ke computer server,
masukan ip server pada Connect To lalu masukan username pada Login. Setelah itu tekan tombol
Connect.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
§ Jika login berhasil, maka muncul tampilan berikut
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Konfigurasi Server Radius
Masuk ke Winbox pada computer client§
Pada winbox klik menu Radius, lalu muncul kotak dialog Konfigurasi Radius. Klik tombol + yang§
berwarna merah untuk masuk ke tahapan pembuatan server radius.
§ Setelah itu muncul kotak dialog New radius Server. Karena kita akan membuat server hotspot,
pada hotspot. Lalu pada Address isikan 127.0.0.1, setelah itu pada secret isikanüberitanda
password server radius yang di ingin kan. Missal secretnya: apaajah. Klik OK untuk membuat server
tersebut.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Membuat Profile Hostpot yang menggunakan server Radius sebagai Backend nya.
Pada WinBox Klik menu IP lalu klik Hotspot.§
§ Lalu muncul kotak dialog Konfigurasi hotspot. Sekarang kita akan membuat profiles baru untuk hostpot
yang mendukung server radius. Klik tombol profiles pada kotak diagog konfigurasi hotspot.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
§ Muncul kotak dialog Hotspot server profile, klik tombol + untuk membuat profiles baru.
§ Setelah itu muncul kotak dialog New Hotspot Server Profile. Pada name isikan nama profilenya,
isikan hsprof1. Setelah itu klik tab RADIUS.
§ pada Use RADIUS, lalu klik OK.üBeri tanda
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Konfigurasi Hotspot
- Klik menu IP lalu klik Hotspot
- Lalu muncul kotak dialog Hotspot, setelah itu tekan tombol Setup.
- Muncul kotak dialog Hotspot Setup, disini kita di suruh menentukan pada interface mana hotspot akan
berjalan. Pilihlah interface hotspot karena kita akan mengaktifkan hotspot pada interface tersebut. Klik
tombol Next.
padaü- Selanjutnya kita set IP untuk interface hotspot tersebut, isikan 192.168.0.1/24. Beri tanda
Masquerade Network. Lalu Klik tombol Next.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
- Setelah itu muncul konfigurasi address pool. Pada tahap ini kita di suruh menentukan dari IP berapa
dan sampai IP berapa yang akan di gunakan untuk hotspot. Missal kita akan seting 192.168.0.2-
192.168.0.254/24. Jadi smua IP pada network 192.168.0.0/24 selain 192.168.0.1 termasuk kedalam IP
yang menggunakan hotspot. lalu Klik Next.
- Selanjutnya muncul konfigurasi SSL, karena kita tidak menggunakan SSL, pada select Certificate pilih aja
none lalu klik Next.
- Setelah itu konfigurasi IP SMTP Server jika anda memiliki SMTP server masukan saja IP SMTP server anda,
dan jika anda tidak punya, langsung Next saja.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
- Selanjutnya konfigurasi DNS, karena kita sudah mengkonfigurasi DNS di awal tadi, maka langsung Next
aja, tetapi jika anda ingin merubah IP DNSnya, langsung rubah aja setelah itu klik tombol next.
- Setelah itu seting DNS Name, kosongkan aja lalu tekan tombol next.
- Selanjutnya tahap membuat user hotspot. Karena nanti hotspot kita menggukan profile yang
menggunakan radius server sebagai backendnya, maka user ini tidak terlalu berguna. Karena ini
termasuk kedalam tahap installasi, maka kita buat saja usernya. Missal qta buat usernya admin dan
passwordnya gktw. Lalu klik next.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
- Setup hotspot selesai..
- Sekarang kita setting agar hotspot yang tadi kita buat agar menggunakan profile hotspot yg mendukung
radius server. Maksud dari profile ini adalah profile hotspot yang kita buat di atas.
- Double klik pada hotspot1, setelah itu muncul kotak dialog properties hotspot1. Pada menu dropdown
profile, pilih hsprof. Lalu klik OK.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
- Selanjutnya kita tentukan IP yang akan dijadikan computer operator. Maksud dari computer operator
disini adalah computer yang akan menambah, mengedit bahkan menghapus user client hotspot.
- Pada Winbox, klik menu IP lalu klik Hotspot. Muncul kotak dialog Hotspot, lalu klik tab IP Bindings.
Lalu klik tombol + .
- Muncul kotak dialog New Hotspot IP Binding, pada MAC Address isikan Alamat MAC Address
computer operator missal MAC address computer operator 00:50:56:C0:00:01. Lalu pada Address,
masukan IP computer operator missal IP computer operator adalah 192.168.0.2. setelah itu pada
Type pilih bypassed. Lalu klik OK.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Konfigurasi User Manager
§ Pada WinBox, Klik menu New Terminal, untuk membuka terminal/console mikrotik.
§ Pada terminal, ketikan perintah berikut:
[admin@MikroTik] > /tool user-manager customer add login=admin password=adminuserman
permission=owner
Maksud dari perintah di atas adalah membuat user admin dengan passwordnya adminuserman yang
nantinya user ini akan digunakan untuk masuk ke usermanager.
[admin@MikroTik] > /tool user-manager router add subscriber=admin ip-address=127
.0.0.1 shared-secret=apaajah
Maksud dari perintah di atas adalah untuk menghubungkan usermanager ke server radius yang telah
kita buat tadi. Pada perintah tersebuat ada shared-secret=apaajah, apaajah adalah password dari
server radius.
Selanjutnya anda pindah ke computer operator, lalu arahkan browser ke http://192.168.0.1/userman .§
Lalu muncul form login, isi Login dan password di sesuaikan dengan login dan password yang telah
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
anda buat pada saat konfigurasi usermanager diatas. Missal, login: admin dan
password:adminuserman.
Tampilan pertama User Manager§
- Untuk menambahkan user hotspot, klik menu Users, lalu klik Add.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
- Setelah itu muncul kotak dialog Add User, yang penting perlu di isi adalah User name dan password
saja. Tetapi jika ingin mengisi First Name dan Lastname isi saja. Dan jika anda ingin membatasi bandwith
untuk user tersebut, pada Rate Limit isikan jumlah bandwith yang di jatahkan untuk user tersebut, misal
32kbps.
Mengatur Bandwith Klien Hotspot
Pengaturan Bandwith klien ini berlaku untuk semua user yang pada userman yg tidak diberi Rate limit.§
Untuk mengatur Bandwith semua user, buka Winbox, lalu klik menu IP, lalu hotspot. Muncul kotak§
dialog hotspot, klik tab user. Lalu klik tombol profiles.
http://www.oke.or.id
Harus kosong, kalau
bandwith user mau di
atur secara menyeluruh.Mochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Muncul kotak dialog Hotspot User Profile, double klik pada profile default.§
Habis itu muncul kotak dialog Hotspot user profile properties. Pada field Rate Limit (tx/rx) isikan§
berapa bandwith yang akan di berikan kepada semua user hotspot. Misal: Limit Bandwith Upload:
16kbps dan Limit Bandwith Download: 32kbps.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Trafik Monitoring
Untuk monitoring trafik, kita akan melakukan monitoring melaui graphs lewat browser.§
Untuk melakukan monitoring semua pemakai. Pertama kita harus membuat aturan dulu, agar semua§
pemakai bisa kita monitoring trafiknya.
Masuk ke Winbox, klik menu Tools, lalu klik menu Graphing.§
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Setelah itu muncul kotak dialog Graphing, klik Tab Queue Rules. Lalu klik tombol + karena kita akan§
membuat aturan baru untuk monitoring semua pemakai.
Muncul kotak dialog New Queue Graphing Rule, Pada Simple Queue pilih§ <hotspo1>, karena kita
akan memonitoring semua pemakai hotspot. Lalu pada Allow Address isikan Alamat Network ato
Alamat IP yang diperbolehkan mengakses ke web monitoring kita.
http://www.oke.or.idMochammad Taufiq
error.student@gmail.com
Jika sudah, klik OK. Lalu jika anda ingin memonitoring trafik, pada computer operator anda arahkan§
browser ke http://192.168.0.1/graphs/
Maka akan muncul nama-nama pengguna yang sedang aktif, jika anda ingin melihat trafik
pemakaiannya, tinggal klik aja nama usernya.
Selesai
Saatnya ujicoba dari computer client, jika muncul halaman login. Masukan username dan password yang kita
buat pada usermanager.
Membuat PC Router di Ubuntu
Router adalah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal :
- Dua buah NIC
- OS *nix (BSD, Linux, Unix), OS Windows Server, Open Solaris, dst
Pada installasi kali ini, kita akan membuat PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu Desktop 7.10 Punyanya “Om Gusty”.
Saat ini aku make dua buah lan cards yang satu buat ke luar dan yang atunya buat ke dalam.
KONFIGURASI
1. Konfigurasi IP address
* eth0 : IP Address 10.10.1.81 Netmask 255.255.255.0
* eth1 : IP Address 192.168.0.1 Netmask 255.255.255.0
* DNS Server : 127.0.0.1 (disesuaikan dengan punya kita yang konek internet)
* Search Domains : perusahaan.com (boleh di isi boleh gak)
perintah seting ip (bisa lewat gui, tp ni ak pake terminal):
* sudo ifconfig eth0 10.10.1.81 netmask 255.255.255.0 (lan card 1)
* sudo ifconfig eth 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 (lan card 2)
* route add default gw 10.10.1.1 (klo pake modem ya GATEWAY nya modem)
klo kesulitan cara tu ni ta Copy in dari punya mas Hanadi
klik panel System->Administration->Network trus meminta password administrasi, maka masukan password user yang pertama kali dibuat. Pilih bagian eth0 (network eksternal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :
* IP address : 10.10.1.81
* Subnet mask : 255.255.255.0
* Gateway address : 10.10.1.1 (Gateway di isi sesuai dengan ip modem ato alat yg konek internet tu pokoke)
Lalu klik tombol “OK“.
Pilih bagian eth1 (network internal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :
* IP address : 192.168.0.1
* Subnet mask : 255.255.0.0
* Gateway address :
Lalu klik tombol “OK“.
Gateway pada eth1 dikosongkan, karena router harus menentukan default gateway-nya. Sedangkan default gateway yang digunakan adalah yang melalui eth0.
Lanjuttt …. Pilih tab “General“. Masukan :
* Host name : PCrouter
* Domain name : Nyobain.com
Pilih tab “DNS“
Klik “Add” pada bagian “DNS Servers” lalu masukan IP Address dns servernya yaitu 127.0.0.1, tekan enter. Itu Kita memasukan IP Address localhost (127.0.0.1) karena kita akan menggunakan DNS local untuk semua manajemennya. Ato klo make koneksi lainnya disesuaikan aja yah.
Klik “Add” pada bagian “Search domains” lalu masukan Nyobain.com, tekan enter
Tekan tombol “Close” apabila konfigurasi sudah sesuai. Secara otomatis seharusnya IP Address sudah terkonfigurasi sendiri, apabila masih belum maka bisa direstart networknya atau restart aja komputernya
2. Konfigurasi IP Forward
IP Forward adalah suatu system yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jarinagn yang lain. Untuk mengkonfigurasinya, kita perlu mengubah modul kernel ip_forward menjadi enable. Tapi sebelumnya ubah password root dahulu biar gak ngerepotin nantinya. Klik panel System->Administration->Users and Groups. Pilih login name “root“, lalu klik Properties. Dibagian “Password“, ubah :
* User password : password_root
* Confirmation : password_root
Atau “Generate random password“, apabila ingin menggunakan password yang dibuat secara random. Lalu klik tombol “OK“.
Untuk mengaktifkan IP Forward, kita dapat mengklik panel Applications->Accecories->Terminal Setelah muncul terminalnya, ketik perintah :
* su -
* Password : password_root
Maka kita sudah masuk ke mode root, dengan ditandai oleh tanda “#” (tanda kress). Lalu dilanjutkan dengan perintah berikut :
* echo “net.ipv4.ip_forward=1? >> /etc/sysctl.conf
* sysctl -p /etc/sysctl.conf
Apabila pada file /etc/systecl.conf sudah terdapat entry-an “net.ipv4.ip_forward=0“, maka ubah saja nilainya menjadi 1. Untuk mengubah nilainya dapat menggunakan editor “pico” ato “vi“ ato “nano” ato apalah perintah linux lainnya. Untuk mengecek apakah IP Forward sudah diaktifkan pada PC, maka jalankan perintah berikut :
* sysctl net.ipv4.ip_forward
Apabila hasilnya adalah 1, maka IP Forward sudah di enable. Selanjutnya paket-paket yang dikirim oleh network sudah dapat diteruskan ke network yang lainnya.
3. Konfigurasi IP yang Dituju pada saat Nge-routing
Perintah yang aku pakai di bawah ini buat ip yang static :
* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j SNAT –to 10.10.1.81
Sedangkan untuk IP yang DHCP bisa pakai cara mas Hanadi :
* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE
untuk mengecek hasilnya ketikan perintah berikut :
* iptables -L -t nat
Maka akan terlihat seperti berikut :
untuk ip static :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
SNAT 0 — 192.168.0.0/24 anywhere to:10.10.1.81
—————cut————–
untuk ip DHCP :
—————cut————–
Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere
—————cut————–
Konfigurasi IP Masquerade tidak bersifat permanen, maka disarankan untuk mengaplikasikan cara berikut :
* pico /etc/init.d/iptables
Isikan file tersebut dengan entry-an berikut :
—–start—–
#!/bin/sh
#
#This is a ubuntu adapted iptables script from gentoo
#(http://www.gentoo.org) which was originally distributed
# under the terms of the GNU General Public License v2
#and was Copyrighted 1999-2004 by the Gentoo Foundation
#
#This adapted version was intended for and ad-hoc personal
#situation and as such no warranty is provided.
IPTABLES_SAVE=”/etc/default/iptables-rules”
SAVE_RESTORE_OPTIONS=”-c”
SAVE_ON_STOP=”yes”
checkrules() {
if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]
then
echo “Not starting iptables. First create some rules then run”
echo “\”/etc/init.d/iptables save\””
return 1
fi
}
save() {
echo “Saving iptables state”
/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} > ${IPTABLES_SAVE}
}
start(){
checkrules || return 1
echo “Loading iptables state and starting firewall”
echo -n “Restoring iptables ruleset”
start-stop-daemon –start –quiet –exec /sbin/iptables-restore — ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} &2
exit 1
;;
esac
exit 0
—–finish——
tambahkan kedalam boot run level sebelum aplikasi networking lainnya dijalankan dengan perintah:
* chmod +x /etc/init.d/iptables
* sudo update-rc.d iptables start 37 S . stop 37 0 .
* /etc/init.d/iptables save
Selesai sudah Seting ROUTER di UBUNTU, untuk mencobanya silahkan gunakan dua buah PC dan jangan lupa juga seting IP pada pc yang akan digunakan sebagai klien.
MENGINSTALASI PERANGKAT JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN)
Oleh: Agus Suroso
Sub Kompetensi:
1. Merencanakan Kebutuhan dan Spesifikasi Alat.
· Daftar Kebutuhan dan spesifikasi WAN
· Buku manual
· Gambar topologi
Lingkup belajar: Prinsip dasar jaringan berbasis luas
Keterampilan: Merencanakan dan memilih perangkat jaringan sesuai dengan
fisik, jarak dan kondisi lokasi.
2. Menginstalasi Wide Area Network
· prosedur/SOP instalasi
· perangkat/peralatan instalasi
· perangkat sesuai dengan manual tiap-tiap komponen
lingkup belajar: jenis dan fungsi perangkat WAN
keterampilan: memasang perangkat WAN
3. Menyambung/Memasang Perangkat Secara Fisik dan Logical Serta Setting
Perangkat Menggunakan Software.
Perangkat WAN contoh antenna omni, grid dan lain-lain disambung secara fisik
dan setting (fisik dan software) dengan buku manual.
Lingkup belajar: Teknik media wireless (standar, 802.11a, 802.11b, 802.11g dll)
Keterampilan: memasang perangkat Wave LAN.
4. Menguji WAN
Hasil pemasangan perangkat WAN diuji dengan software maupun alat ukur.
Lingkup belajar: pengukuran kualitas system jaringan dengan software dan alat
ukur.
Keterampilan: menggunakan software pengukuran
Dan menguji konektifitas WAN.
2
Sub Kompetensi 1:
MERENCANAKAN KEBUTUHAN DAN SPESIFIKASI ALAT.
Tinjauan infrastruktur wireless internet
WiFi (Wireless Fidelity) pada dasarnya adalah istilah generic untuk peralatan wireless
LAN, atau dikenal jga sebagai WLAN. Daya jangkauan berkisar antara 100m – 8 km
tergantung peralatan yang dipakai dan antena yang digunakan. Biasanya internet
wireless bekerja pada protocol standar IEEE 802.11x.x antara lain:
- IEEE 802.11 pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 2Mbps
- IEEE 802.11a pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan transfer 54Mbps
- IEEE 802.11a 2X pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan transfer 108Mbps
- IEEE 802.11b pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 11Mbps
- IEEE 802.11b+ pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 22Mbps
- IEEE 802.11g pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 54Mbps
- IEEE 802.11n pada frekuensi 2,4GHz dengan kecepatan transfer 120Mbps
Mengapa kita memerlukan sebuah infrastruktur internet wireless?
_ Internet wireless digunakan untuk mem-bypass akses internet menggunakan
telepon yang mahal dan lambat.
_ Internet wireless mudah diimplementasikan. Murah biaya jangka panjangnya
dibandingkan harus bergantung pada infrastruktur kabel yang digunakan telkom.
_ Internet wireless menggunakan WiFi, yang pada dasarnya wireless LAN karena itu
dia akan bekerja pada kecepatan tinggi 1-11 MBps, jika standar IEEE 802,11b
yang digunakan.
_ Oleh karena IEEE 802.11b merupakan standar yang terbuka, peralatan WiFi dapat
dengan mudah diperoleh di pasaran.
Persiapan Peralatan Wireless
Alat-alat yang dibutuhkan untuk membangun jaringan wireless antara lain:
_ Komputer yang digunakan sebagai router
_ Card wireless LAN (WiFi) atau USB Wireless LAN (WLAN)
_ Kabel coax atau kabel USB.
Atau semua dapat digantikan dengan
_ Access point
Peralatan lainya:
_ Pigtail
_ Antenna eksternal
_ UTP LAN dan hub/switch.
Jika kita menggunakan komputer sebagai router. Maka kita bias menggunakan
system operasi yang dipakai baik Microsot Windows (Windows NT, Windows Server),
Linux dll. Untuk system operasi Linux sebagai router/server biasanya di set tanpa
interface grafik (mode teks) dengan harapan adanya penghematan resource
memori dan harddisk.
3
Persiapan Hardware
Komputer
Jika Linux digunakan sebagai system operasi dari router/server, membutuhkan
spesifikasi yang sederhana, seperti:
· Pentium 1 166MHz
· Memeori 64Mbyte
· Harddisk 3Gbyte
Card wireless LAN atau USB WLAN
Card wireless LAN dirancang untuk penggunaan indoor, walaupun beberapa card
WLAN pada bagian antenna dapat kita ganti dengan antenna eksternal/outdoor.
Penggunaan USB WLAN dapat lebih menekan biaya dan kelebihan dari sisi
fleksibilitas.
Gambar WiFi Card dan USB WLAN
Pigtail
Kabel pigtail digunakan untuk menghubungkan radio pemancar dengan antenna
outdoor. Pigtail dibuat tidak terlalu panjang (maks. 60cm) untuk menghindari loss
koneksi yang tinggi.
Gambar pigtail
Antenna
Antenna berfungsi untuk menyebarkan sinyal. Pada antenna eksternal digunakan
untuk menyambungkan titik-titik jarak jauh beberapa kilometer. Antenna bawaan
pada radio pemancar biasanya jarak jangkauan hanya beberapa puluh meter. Ada
banyak tipe antenna yang dapat digunakan tergantung aplikasi yang dipakai.
· Pada sisi client, kita biasanya mengggunakan antenna directional, seperti
antenna parabola, grid, yagi atau antenna kaleng.
· Disisi Access point, biasanya digunakan antenna omni atau antenna sektoral.
4
`
Gambar antenna Omni, antenna Grid, dan antenna Yagi.
Access Point
Alat Access point mempunyai dua fungsi:
· sebagai jembatan/bridge antenna jaringan wireless dan jaringan kabel LAN
melalui konektor RJ-45 yang umumnya tersedia dibelakang Access Point
· sebagai jembatan/bridge antarjaringan wireless. Biasanya dipakai
menghubungkan komputer client.
Beberapa Access point mempunyai fungsi kompleks, seperti routing, DHCP server,
firewall, proxy server semua menjadi satu di dalamnya.
Seringkali kita dapat mengganti antenna bawaan dengan antenna eksternal.
Gambar beberapa access point indoor
Sektoral
Grid Omni
Yagi
5
Topologi Jaringan Wireless
Jaringan Hybrid adalah menghubungkan antara jaringan wired dan jaringan wireless
menggunakan akses point. Untuk menghubungkan jaringan kabel dengan jaringan
wireless hubungkan switch dengan port LAN pada akses point.
Gambar Topologi jaringan Hybrid
Pada topologi di atas akses point juga terhubung ke internet melalui komputer 6
(komputer 6 ini dimisalkan sebagai komputer gateway yang ada di ISP dan
terhubung langsung dengan internet), sedangkan alamat IP Address 10.122.69.1
dimisalkan sebagai alamat yang diberikan oleh ISP kepada kita.
Gambar beberapa topologi jaringan wireless
6
Sub Kompetensi 2:
MENGINSTALASI WIDE AREA NETWORK
Ada dua cara menghubungkan antar-PC dengan system wireless, yaitu sistem adhoc
dan sistem Infrastructure.
Adalah sistem peer to peer. Artinya sebuah komputer dihubungkan dengan sebuah
komputer lainnya agar saling mengenal SSID (Service Set Identifier). Jika digambarkan,
sistem ini hampIr serupa dengan sistem direct connection. Perbedaanya, sistem direct
connection masih menggunakan kabel UTP crossover atau kabel USB.
Adalah hubungan antar-PC yang menggunakan suatu alat yang bernama Access
Point sebagai media penghubung dalam satu area tertentu (coverage). Access point
dapat dianalogikan dengan hub pada jaringan kabel.
- Pengaturan lebih mudah.
- Tidak diperlukan sebuah PC yang harus online 24 jam untuk melayani network.
- Sistem security yang lebih terjamin. Hardware access point memiliki beberapa fitur
seperti block IP, membatasi pemakaian port, dan fitur keamanan lainnya.
Langkah-Langkah Instalasi sistem ad-hoc
Alat yang dibutuhkan:
· 2 unit PC (atau dapat juga digunakan laptop yang tersedia WiFi)
· 2 unit USB WLAN atau Card WiFi atau PCMCIA untuk laptop tanpa WiFi.
Komputer #1
Komputer pertama yang disambungkan dengan USB WLAN pada port USB, sampai
terdeteksi adanya hardware baru, kemudian instalkan driver USB yang cocok sampai
driver terinstal dengan sempurna dan alat dapat digunakan dengan baik.
Komputer pertama harus kita berikan nama SSID, misalnya [kompie1] dengan cara
klik icon Network Wireless yang terletak di bagian kanan bawah taskbar (tray).
Gambar jendela kondisi network belum ada koneksi
Klik [advanced],akan muncul jendela [Wireless Network Connection properties]
7
Klik [advanced],akan muncul jendela kecil, kemudian klik check list [Computer-tocomputer
[ad-hoc] networks only], klik [Close].
Masih di tabs [Wireless Network Connection properties] klik [Add] akan tampil jendela
baru, ketikan [kompie1] di bagian [Network name (SSID):] klik [Ok] dan tutup jendela
[Wireless Network Connection properties] dengan klik tombol [Ok].
Komputer #2
Komputer kedua disambungkan dengan USB WLAN sampai dengan terdeteksi dan
driver terinstal sempurna. Lakukan langkah yang sama seperti pada komputer
pertama sampai dengan ceklist [Computer-to-computer [ad-hoc] networks only].
Apabila setting-an benar maka akan terlihat satu broadcast atau nama SSID dari
komputer yang pertama, yaitu [kompie1].
Hal itu menunjukkan komputer kedua dapat
melakukan link ke komputer pertama.
Dengan begitu kedua komputer sudah siap
untuk saling berkoneksi yang ditunjukkan
oleh munculnya “balon tampilan” yang
menunjukkan koneksi peer to peer sudah
aktif di taskbar tray.
8
“Instalasi Access Point”
Alat yang dibutuhkan:
a. 2 unit PC
b. 1 unit access point Linksys seri WRT54G atau yang sejenis.
c. 2 unit USB WLAN beserta driver dan buku manual.
d. Kabel UTP straight
Langkah-Langkah:
Komputer #1
1. Hubungkan komputer pertama pada port WAN Access point dengan
menggunakan kabel UTP konfigurasi straight melalui LAN card.
2. Setting IP Address LAN card pada komputer pertama dengan 192.168.1.100 dan
subnet mask 255.255.255.0
3. Tambahkan default gateway IP Address 192.168.1.1
Gambar Menambahkan IP address dan Default gateway pada komputer 1
4. Buka program Internet Explorer dan ketikan alamat http://192.168.1.1 (alamat
default dari Access Point Linksys).
Gambar Setting akses point melalui web browser
5. Aktifkan fungsi DHCP Pada Access Point untuk memberikan IP address secara
dinamis pada komputer Client. Isikan Scope untuk DHCP Address antara
192.168.1.100 – 192.168.1.150 sehingga IP Address yang diberikan pada DHCP
Client (komputer 2) berada pada range tersebut.
- Pada DHCP Server pilih enable untuk mengaktifkan DHCP Server. DHCP
Server ini berguna untuk memberikan alamat IP secara dinamis pada
komputer yang terhubung secara wireless (dalam hal ini komputer 4 dan 5)
- Isikan Starting IP Address dengan alamat IP awal/pertama yang digunakan
untuk komputer wireless
- Maximum Number of DHCP Users diisi dengan jumlah maksimum komputer
wireless yang diperbolehkan untuk terhubung ke akses point
- Klik Save Setting untuk menyimpan konfigurasi
9
Gambar Cara mensetting DHCP Server pada akses point
Komputer #2
6. Install Wireless Adapter (USB WLAN) Pada Komputer 2
7. Setting IP Address pada komputer 2 secara dynamic :
- klik kanan icon My Network Places pada desktop lalu pilih properties
- Pilih Local Area Connection, klik kanan lalu pilih properties
- Pada menu This connection uses the following items pilih Internet Protocol
(TCP/IP) lalu klik properties
8. Pilih Obtain an IP Address automatically, lalu klik OK
Menghubungkan komputer #2 dengan Access Point
9. Koneksikan komputer 2 pada access point dengan meng-klik icon wireless
connection pada system tray windows dan pilih access point yang dikehendaki
lalu klik connect.
Gambar Cara menghubungkan komputer kedua pada akses point
Tes koneksi menggunakan software DOS
10. Test koneksi dari komputer yang terhubung dengan wired dengan komputer yang
terhubung secara wireless (misal dari komputer 1 ke komputer 2 atau sebaliknya):
· Dari komputer #1, klik start dan pilih run
· Pada Tab Open isikan perintah : command
· Pada command promp ketik ipconfig untuk melihat ip address yang diberikan
dhcp server kepada komputer ini.
· Dari komputer #2 klik start lalu pilih run
10
· Pada tab open ketik perintah : ping [ip komputer #1 yang diberikan oleh
DHCP Server]
· Jika tampil tulisan Reply from…… maka koneksi ke komputer 1 berhasil
· Tetapi jika tampil tulisan request time out maka terjadi kesalahan pada saat
setting
11. Test Koneksi dari komputer 1 dan 2 menuju LAN interface akses point
· Pada komputer 1,2 klik start lalu pilih run
· Ketik perintah : ping 192.168.1.1
· Jika tampil tulisan Reply from…… maka koneksi ke LAN interface akses point
berhasil
Gambar tes koneksi menggunakan program DOS
11
Instalasi Access Point Linksys WRT54G.
Alat yang dibutuhkan:
e. 6 unit PC
f. 1 unit access point Linksys seri WRT54G atau yang sejenis.
g. 2 unit USB WLAN beserta driver dan buku manual.
h. Switch atau hub.
i. Kabel UTP
Langkah-Langkah
12. Hubungkan komputer 6 pada port WAN Akses point dengan menggunakan kabel
UTP konfigurasi straight.
13. Setting IP Address pada komputer 6 dengan 10.122.69.254 dan subnet mask
255.255.255.0
14. Dari jaringan yang telah dibentuk,meghubungkan switch ke port LAN akses point
dengan cara menghubungkan kabel UTP konfigurasi straight pada salah satu port
pada switch menuju port LAN akses point.
15. Tambahkan default gateway pada komputer 1,2 dan 3 dengan IP Address
192.168.1.1
Gambar Menambahkan Default gateway pada komputer 1,2,dan 3
16. Setting IP address LAN pada wireless Access Point dengan IP 192.168.1.1 dan IP
address WAN dengan 10.122.69.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 :
- Pada komputer yang terhubung dengan switch (bisa dari komputer 1,2,3)
lakukan setting akses point melalului web browser (bisa menggunakan
internet explorer, mozilla firefox atau lainnya) dengan mengetikkan
http://192.168.1.1 pada Address bar browser, 192.168.1.1 merupakan alamat
default dari Access point
Gambar Setting akses point melalui web browser
- Pada Menu Internet Connection Type pilih Static IP
- Isikan Internet IP Address dengan IP Address yang diberikan oleh ISP (Lihat
gambar topologi jaringan ). Pada gambar topologi di atas alamat IP WAN
12
yang diberikan adalah 10.122.69.1 dan komputer yang langsung terhubung
ke internet adalah 10.122.69.254 (alamat gateway). Sehingga isikan Internet
IP Address dengan 10.122.69.1 dengan subnet 255.255.255.0 dan alamat
gateway dengan 10.122.69.254, Static DNS diisi dengan alamat DNS yang
diberikan oleh ISP, pada praktikum ini isi dengan 202.46.5.1 dan 202.46.5.2
- Local IP Address merupakan alamat interface LAN pada akses point. Isikan
dengan 192.168.1.1 dan subnet mask 255.255.255.0
Gambar Halaman Setting pada akses point
17. Aktifkan fungsi DHCP Pada Access Point untuk memberikan IP address secara
dinamis pada DHCP Client. Isikan Scope untuk DHCP Address antara 192.168.1.100
– 192.168.1.150 sehingga IP Address yang diberikan pada DHCP Client (komputer
2 dan 4) berada pada range tersebut.
- Pada DHCP Server pilih enable untuk mengaktifkan DHCP Server. DHCP
Server ini berguna untuk memberikan alamat IP secara dinamis pada
komputer yang terhubung secara wireless (dalam hal ini komputer 4 dan 5)
- Isikan Starting IP Address dengan alamat IP awal/pertama yang digunakan
untuk komputer wireless
- Maximum Number of DHCP Users diisi dengan jumlah maksimum komputer
wireless yang diperbolehkan untuk terhubung ke akses point
- Klik Save Setting untuk menyimpan konfigurasi
Gambar Cara mensetting DHCP Server pada akses point
13
18. Untuk melihat routing table klik Advance routing dan klik Show routing table
Gambar Option Advance Routing
Gambar Menu Advance Routing
19. Install Wireless Adapter Pada Komputer 3 dan 4
20. Setting IP Address pada komputer 4 dan 5 secara dynamic :
- Pada komputer 5 dan 6, klik kanan icon My Network Places pada desktop
lalu pilih properties
- Pilih Local Area Connection, klik kanan lalu pilih properties
- Pada menu This connection uses the following items pilih Internet Protocol
(TCP/IP) lalu klik properties
21. Pilih Obtain an IP Address automatically, lalu klik OK
22. Koneksikan komputer 3 dan 4 pada access point dengan meng-klik icon wireless
connection pada system tray windows dan pilih access point yang dikehendaki
lalu klik connect.
Gambar 12.10 Menu Pilihan Akses point
14
23. Test koneksi dari komputer yang terhubung dengan wired dengan komputer yang
terhubung secara wireless (misal dari komputer 1 ke komputer 4):
· Dari komputer 4, klik start dan pilih tun
· Pada Tab Open isikan perintah : command
· Pada command promp ketik ipconfig untuk melihat ip address yang diberikan
dhcp server kepada komputer ini.
· Dari komputer 1 klik start lalu pilih run
· Pada tab open ketik perintah : ping [ip komputer 4 yang diberikan oleh DHCP
Server]
· Jika tampil tulisan Repply from…… maka koneksi ke komputer 1 berhasil
· Tetapi jika tampil tulisan request time out maka terjadi kesalaha n pada saat
setting
· Test koneksi komputer yang lain (komputer 2 ke 5, 3 ke 4, 4 ke 2, dsb)
24. Test koneksi dari komputer wireless menuju komputer wired (misal dari computer 4
ke komputer 1, komputer 5 ke komputer 3)
25. Test Koneksi dari komputer wired ke menuju LAN interface akses point
· Pada komputer 1,2,3 klik start lalu pilih run
· Ketik perintah : ping 192.168.1.1
· Jika tampil tulisan Repply from…… maka koneksi ke LAN interface akses point
berhasil
26. Test koneksi dari komputer wired dan wireless ke alamat WAN interface dari akses
point
· Pada komputer 1,2,3,4,dan 5 klik start, lalu pilih run
· Ketik : ping 10.122.69.1
· Jika tampil tulisan Repply from…… maka koneksi ke WAN interface akses point
berhasil
27. Test koneksi dari komputer 1,2,3,4, dan 5 ke komputer gateway internet
(komputer 6)
· Pada komputer 1,2,3,4,dan 5 klik start, lalu pilih run
· Ketik : ping 10.122.69.254
· Jika tampil tulisan Repply from…… maka koneksi ke komputer gateway
internet telah berhasil.
EVALUASI :
1. kalian diminta untuk membuat jaringan komputer LAN berbasis wireless dengan
menggunakan 7 (tujuh) buah komputer di dalam ruangan lab jaringan komputer.
2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar